Skip to content
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color grey color

majalah bisnis, properti & wirausaha (majalah gratis)

Halaman Depan arrow Tips & Trick arrow Berani Memulai Bisnis
Berani Memulai Bisnis PDF Print E-mail
Written by berbagai sumber   
Monday, 10 December 2007
Berani Memulai Bisnis


Sejak saya menjadi seorang karyawan beberapa tahun yang lalu, keinginan untuk memulai berbisnis sungguh selalu menggoda. Hingga pada suatu saat, saya bertemu dengan seseorang yang sungguh dapat kita jadikan contoh bagaimana sesungguhnya sebuah keberanian adalah modal dari sebuah bisnis. Terutama adalah keberanian untuk memulai.

Beberapa tahun yg lalu, di sebuah kedai, saya nongkrong dengan kawan itu. Dia bercerita bagaimana rasanya menjadi seorang karyawan dengan gaji Rp X pada waktu itu, dan hanya cukup untuk menyekolahkan anak-anaknya yang masih SD dan memberi makan mereka seadanya. Padahal pendapatan perusahaan tempatnya bekerja terlihat mengalami kemajuan. Dia tahu karena dia koordinator proyek. Sudah banyak proyek yg dapat diselesaikannya, namun gajinya tak kunjung naik. Dia bertanya kepada saya, bagaimana caranya supaya gajinya dapat naik lagi karena kebutuhan keluarga semakin tinggi, harga-harga semakin melambung. Waktu itu, dia sudah punya rumah kecil di sebuah gang, dan masih kredit di sebuah bank.

Akhirnya, entah iseng entah sengaja, saya melontarkan pertanyaan kepadanya: Mengapa kamu tidak mendirikan perusahaan sendiri ? Kan kamu sudah menguasai seluk beluk pekerjaan itu ?

Seperti biasa, jawaban dia, mungkin sama dengan jawaban dari orang yang sekarang berprofesi sebagai karyawan lainnya adalah : "saya tidak punya modal pak". nanti istri dan anak-anak saya dapat fasilitas kesehatan darimana ? dan sederetan pertanyaan yg meragukan kemampuan dirinya sendiri ...

Karena saya melihat potensi besar yg ada dalam dirinya. Saya memberikan semangat bahwa memulai sebuah usaha itu mudah. Nggak perlu modal. Kamu cukup mengatakan kepada saya : OKE.

Beberapa hari kemudian, bersama 4 orang temannya, ia datang kepada saya. Pak, kami berani keluar dari perusahaan. Kami berempat siap mendirikan perusahaan. Saya membantu mereka ke seorang notaris, dan menjelaskan kepada notaris tersebut keinginan ke-empat orang ini untuk mendirikan sebuah CV dengan bidang usaha sesuai keinginan mereka.

---- singkat cerita saja, hal lain dalam perjalanan perusahaan itu semoga dapat saya tuliskan pada opini berikutnya ---

Seminggu yang lalu, pada sat saya mampir ke kota X, saya dijemput di Bandara, oleh kawan itu dengan mobil 'perang'nya double cabin hitam. Saya tanya, apakah kamu dapat membayangkan kondisimu akan seperti sekarang ini ? He he he ... begitulah jawabannya ... sambil senyam senyum.

Just info untuk Anda.. Kawan itu sekarang adalah Direktur sebuah perusahaan kecil, dengan aset 4 buah mobil operasional milik sendiri (hutang sudah lunas), memiliki karyawan tetap 10 orang, dan mampu menghidupi 10 orang tenaga harian (tergantung proyek). Saat ini kantornya masih sewa di sebuah ruko 2 lantai.

Sedangkan aset pribadinya, dia memiliki sebuah toko (burung dan makanan burung), setahu saya punya 3 rumah kontrakan, dan 1 rumah kost-kostan (bekerja sama dengan saya).

Cerita ini, hanya ingin menunjukkan kepada Anda, bahwa modal utama sebuah bisnis adalah KEBERANIAN untuk MEMULAI. Tentu saja masih amat banyak hal-hal teknis lainnya yg harus dimiliki. dari berbagai sumber

So .... Anda berani seperti dia ?
See you at the top !
 
< Prev   Next >



Menu Pengguna

Login

Yahoo Messenger


Pesan Singkat

Pesan Terakhir: 1 Jam, 9 Menit lalu

Gunakan smilies?
Joomla based sites toplist

Indonesia Joomla Topsite