Skip to content
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color grey color

majalah bisnis, properti & wirausaha (majalah gratis)

Halaman Depan arrow Properti arrow Prospek Return Properti Strata Title capai 30%
Prospek Return Properti Strata Title capai 30% PDF Print E-mail
Written by berbagai sumber   
Friday, 04 January 2008


Investasi properti Jakarta di produk strata title diperkirakan masih mampu menawarkan tingkat pengembalian inflasi (IRR) antara 25% – 30%, atau masih lebih tinggi dibandingkan pasar kawasan ASEAN yang berkisar 15%.

Hanya saja tidak semua jenis properti bisa memberikan Interest Rate of Return (IRR) sebesar itu, sehingga perlu selektif dalam membelinya.

Bagus Adikusumo, Direktur Colliers International Indonesia, perusahaan solusi properti, mengatakan prospek IRR itu berasal dari gabungan yield dengan capital gain dari produk jual putus (strata title) yang mulai banyak digarap pengembang.
“Ruang perkantoran mulai akhir 2007 hingga 2008 diperkirakan oversuply karena besarnya volume pasokan baru. Tapi ini bisa menarik dengan tren strata title yang bisa menciptakan terobosan prospek bisnis,” katanya.

Bagus menambahkan untuk ruang perkantoran tingkat hunian akan cenderung turun dari pencapaian saat ini yang mencapai 91%. Tapi, lanjutnya, penurunan tidak terlalu besar, sehingga tetap sehat dengan perkiraan turun pada kisaran 80%.

Hal itu, menurut dia, bisa digambarkan dengan kemungkinan makin panjangnya masa balik modal proyek suatu properti.

Bagus memberikan ilustrasi kalau sebelumnya bisa balik modal dalam jangka waktu lima tahun, maka dalam beberapa tahun ke depan akan lebih lama lagi.

Pengembang murni
Dia memperkirakan pengembang yang berorientasi jangka panjang atau pengembang murni akan tetap fokus menggarap proyek baru, walaupun ada penilaian pasar lagi turun.

“Yang menurun itu kan prospek jangka pendek, untuk jangka panjang kan tidak. Pengembang long run akan tetap berkiprah,” katanya.

Direktur Colliers International Indonesia itu memberi contoh sejumlah nama pengembang yang akan tetap bertahan dalam proyeknya a.l. Trihatma K. Haliman (Agung Podomoro Group), Jakarta Setiabudi Internasional, Lippo Karawaci, Summarecon Agung, dan Lippo Group.
Sumber : Bisnis Indonesia
 
< Prev   Next >



Menu Pengguna

Login

Yahoo Messenger


Pesan Singkat

Pesan Terakhir: 1 Jam, 4 Menit lalu

Gunakan smilies?
Joomla based sites toplist

Indonesia Joomla Topsite