Skip to content
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color grey color

majalah bisnis, properti & wirausaha (majalah gratis)

Halaman Depan arrow Pasar Modal arrow Berinvestasi Secara Benar
Berinvestasi Secara Benar PDF Print E-mail
Written by Cara Cepat Memulai Investasi Saham(Sawidji Widoatmodjo)   
Monday, 04 February 2008

Berinvestasi Secara Benar

Mark Barton, seorang investor di Wall Street nekad menembak kepalanya sendiri, setelah sebelumnya menembak lawan “mainnya” berinvestasi saham dan kedua anaknya. Pasalnya, uang Barton benar-benar ludes dalam a day trading (perdagangan satu hari), bahkan masih meninggalkan hutang. Mengapa ini bisa terjadi.

Barton pertaruhkan seluruh penghasilannya untuk berinvestasi,termasuk menginvestasikan uang kehidupan sehari-hari. Disinilah kesalahan pertama yang sering dilakukan oleh para investor. Mereka tidak menggunakan uang yang khusus untuk berivestasi, melainkan biaya hidup.

Meskipun berinvestasi bisa menggunakan uang untuk biaya hidup, namun seringkali membuat keputusan investasi tidak rasional. Sebab terpengaruh oleh kondisi emosional investor yang masih memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan keuangan rutin seandainya gagal meraih keuntungan dalam berinvestasi? Untuk mengatasi masalah ini, lakukan investasi dengan benar, seperti pertanyaan-pertanyaan berikut.

Pilihan Investasi
Apabila anda sudah memiliki penghasilan yang memadai, kemudian tersisa kelebihan pendapatan setelah digunakan memenuhi kebutuhan hidup dan hal-hal yang besifat darurat, Anda dapat memulai investasi di bursa efek. Apa saja pilihan investasi yang bisa menambah atau meningkatkan pendapatan ?
-    Tabungan
-    Deposita berjangka atau sertifikat dposito.
-    Menutup polis asuransi (terutama unit link/perpaduan investasi dan asuransi)
-    Membeli valuta asing
-    Mendirikan usaha baru
-    Membeli emas atau perhiasan lainnya.
-    Membeli rumah atau tanah (property).
-    Membeli surat berharga di pasar uang.
-    Membeli surat berharga di pasar modal, seperti obligasi, obligasi konversi, saham, dan lainnya.

Tip:“Jangan sekali-kali berinvestasi menggunkan “uang dapur” atau uang untuk kehidupan sehari-hari“
 


Apa faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan investasi?
Sebelum Anda mengambil keputusan memilih suatu instrument investasi, hal penting yang perlu Anda perimbangkan dahulu adalah factor-faktor yang mempengaruhi bidang investasi yang akan Anda pilih.

1. Usia Anda
Anda harus menilai dan memperhitungkan secara cermat berapa usia Anda.

2. Risiko
Ada tiga tipe investor menghadapi risiko ini, yaitu investor yang tergolong menyukai risiko (risk seeker); investor yang tergolong kurang suka terhadap resiko (risk averter); dan investor yang tidak memperdulikan risiko (risk indifferent).

Jika Anda tergolong berani mengambil resiki, bisa memilih investasi pada saham-saham yang sedang tumbuh. Jika Anda tergolong tipe tidak menyukai resiko, bisa memilih instrument investasi yang berpenghasilan tetap, seperti obligasi, atau yang dikelola oleh professional, seperti reksadana

3. Pajak
Sebagai warganegara yang baik, maka Anda harus menunaikan kewajiban membayar pajak. Dengan demikian Anda harus menghitung berapa kira-kira keuntungan bersih Anda setelah dipotong pajak. Atau Anda bisa membeli instrument investasi yang penghasilannya tidak dikenai pajak, seperti reksadana.

4. Likuiditas atau Keamanan
Likuiditas atau kelancaran adalah tingkat kemudahan dalam mencari modal (principal) investasi Anda. Bila Anda sewaktu-waktu membutuhkan uang tunai dengan segera, apakah pilihan investasi Anda mudah atau sulit dicairkan?

Bila Anda mementingkan likuiditas, sebaiknya memilih investasi saham. Sebaliknya, jika Anda mementingkan keamanan, bisa memilih instrument investasi obligsi atau saham preferen yang memberikan keistimewaan pembagian dividen tetap

5. Situasi Ekonomi Internasional

Di era global saat ini, unsure ketrgantungan antar Negara amat besar. Hampir tidak ada batas antar Negara, apalagi dengan kemajuan tekhnologi dan informasi yang begitu dahsyat. Misalnya perubahan kebijakan ekonomi suatu Negara dapat memberikan dampak positif ataupun negatif terhadap Negara lainnya.

Informasi yang tersedia dari suatu surat kabar dan majalah perlu dianalisis, kira-kira apa pengaruhnya terhadadap investasi Anda. Misalnya, kondisi ekonomi internasional sedang lesu, ini akan berdampak negatif terhadap ekspor dan impor. Karena itu hindarilah berinvestasi pada saham perusahaan yang punya kaitan erat dengan perdagangan internasional ini.

6. Situasi Ekonomi Nasional
Situasi ekonomi nasional mempunyai pengaruh yang besar terhadap bidang usaha perusahaan yang efeknya Anda beli. Ikutilah dengan seksama perubahan undang-undang, peraturan dan kebijakan pemerintah, karena hal tersebut akan bermanfaat dalam menentukan strategi investasi Anda.

Sebagai contoh, dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) pemerintah mengalokasikan dana yang besar pada sektor pariwisata, belilah saham-saham perusahaan yang bergerak di bidang, biro perjalanan, hotel, restoran dan lain-lain yang masih ada kaitannya dengan pariwisata.

7. Situasi Industri
Situasi industri sangat berpengaruh terhadap investasi yang Anda tanamkan. Apakah bidang industri tersebut sedang berkembang, sedang mendekati titik jenuh  atau mendapat tekanan sosial. Saham-saham rokok misalnya, jelas selalu mendapat tekanan sosial dari masyarakat. Seiring dengan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, makin hari akan makin berkurang orang yang merokok. Jelas ini akan mempengaruhi keuntungan emiten perusahaan rokok.

8. Sain dan Teknologi
Sain dan teknologi adalah fitrah utama manusia yang tidak pernah berhenti berfikir untuk mencari dan menemukan sesuatu. Perhatikan saja Personal Computer (PC) di meja Anda, yang akan menjadi kuno dalam kurun waktu enam bulan, karena telah ditemukannya microchip yang baru.

Berikanlah minat dan perhatian pada perkembangan sain dan teknologi, karena hal ini akan sangat bermanfaat bagi strategi dan perencanaan investasi Anda. Emiten yang bergerak dalam bidang IT (Information Technology), misalnya, menjanjikan penghasilan besar di masa depan, jika inovasi-inovasi teknologi berhasil dikembangkan. Oleh karena itu saham-saham perusahaan IT pantas dijadikan salah satu pilihan portfolio.

9. Siklus dan Tren
Ada suatu kepercayaan, bahwa setiap kegiatan usaha, bahkan juga segala bentuk kehidupan manusia bekerja dalam siklus/daur. Setiap kejadian pada masa lampau umumnya akan terulang kembali dalam skala yang berbeda.
 
Para ahli riset menyebutkan  hal ini sebagai analisis teknis dan aur. Tujuan analisis ini adalah untuk meramalkan atau membantu memperlihatkan kecenderungan/tren masa depan.
 
Cermatilah tingkah laku efek yang Anda beli, niscaya akan ditemukan saat harganya naik atau turun. Gunakanlah siklus itu untuk mengambil keputusan investasi, misalnya, membeli saat siklus harga sedang turun, dan menjual saat siklus harga sedang naik.
 
 Hasil dan Risiko Investasi
  

Bagaimana hubungan hasil dan resiko?
Dua unsur yang melekat pada setiap investasi adalah hasil (return) dan risiko (risk). Dua unsure ini selalu mempunyai hubungan searah, semakin tinggi risiko investasi, semakin besar peluang yang diperoleh. Sebaliknya, semakin kecil ridiko, semakin kecil pula peluang hasil yang akan diperoleh.
 
Apakah ada investasi yang bebas risiko?
Pada dasarnya tidak ada satupun instrument investasi yang sepenuhnya bebas dari risiko. Sebagai contoh, investasi bentuk tabungan dengan bunga tetap, tetap mamiliki risiko minimal, yaitu menurunnya daya beli tabungan tersebut akbat inflasi.
 
Demikian pula investasi dalam bentuk emas, memiliki ridikko kemungkinan hilang, pencurian dan sebagainya. Namun demikian, sebagai pedoman dasar tolak ukur investasi umumnya mengacu terhadap tingkat suku bunga deposito berjangka, dimana tingkat suku bunga dari depositai dianggap hasil minimum (minimum return) dari suatu investsi yang bebas risiko (risk free rate).sumber:Cara Cepat Memulai Investasi Saham (Sawidji Widoatmodjo)
 
Tip: Jika terhadap pilihan investasi yang memiliki hasil yang sama, maka harus dipilih yang risikonya paling rendah. Sebaliknya, jika terhadap pilihan investasi yang memberikan risiko sama, pilihlah yang memberikan hasil tertinggi
 

 

 
< Prev   Next >



Menu Pengguna

Login

Yahoo Messenger


Pesan Singkat

Pesan Terakhir: 1 Jam, 11 Menit lalu

Gunakan smilies?
Joomla based sites toplist

Indonesia Joomla Topsite