|
Berinvestasi Secara Benar
Mark Barton, seorang investor di Wall Street nekad menembak kepalanya sendiri, setelah sebelumnya menembak lawan “mainnya” berinvestasi saham dan kedua anaknya. Pasalnya, uang Barton benar-benar ludes dalam a day trading (perdagangan satu hari), bahkan masih meninggalkan hutang. Mengapa ini bisa terjadi.
Barton pertaruhkan seluruh penghasilannya untuk berinvestasi,termasuk menginvestasikan uang kehidupan sehari-hari. Disinilah kesalahan pertama yang sering dilakukan oleh para investor. Mereka tidak menggunakan uang yang khusus untuk berivestasi, melainkan biaya hidup.
Meskipun berinvestasi bisa menggunakan uang untuk biaya hidup, namun seringkali membuat keputusan investasi tidak rasional. Sebab terpengaruh oleh kondisi emosional investor yang masih memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan keuangan rutin seandainya gagal meraih keuntungan dalam berinvestasi? Untuk mengatasi masalah ini, lakukan investasi dengan benar, seperti pertanyaan-pertanyaan berikut.
Pilihan Investasi Apabila anda sudah memiliki penghasilan yang memadai, kemudian tersisa kelebihan pendapatan setelah digunakan memenuhi kebutuhan hidup dan hal-hal yang besifat darurat, Anda dapat memulai investasi di bursa efek. Apa saja pilihan investasi yang bisa menambah atau meningkatkan pendapatan ? - Tabungan - Deposita berjangka atau sertifikat dposito. - Menutup polis asuransi (terutama unit link/perpaduan investasi dan asuransi) - Membeli valuta asing - Mendirikan usaha baru - Membeli emas atau perhiasan lainnya. - Membeli rumah atau tanah (property). - Membeli surat berharga di pasar uang. - Membeli surat berharga di pasar modal, seperti obligasi, obligasi konversi, saham, dan lainnya.
Tip:“Jangan sekali-kali berinvestasi menggunkan “uang dapur” atau uang untuk kehidupan sehari-hari“
Apa faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan investasi?
Sebelum Anda mengambil keputusan memilih suatu instrument investasi,
hal penting yang perlu Anda perimbangkan dahulu adalah factor-faktor
yang mempengaruhi bidang investasi yang akan Anda pilih.
1. Usia Anda
Anda harus menilai dan memperhitungkan secara cermat berapa usia Anda.
2. Risiko
Ada tiga tipe investor menghadapi risiko ini, yaitu investor yang
tergolong menyukai risiko (risk seeker); investor yang tergolong kurang
suka terhadap resiko (risk averter); dan investor yang tidak
memperdulikan risiko (risk indifferent).
Jika Anda tergolong berani mengambil resiki, bisa memilih investasi
pada saham-saham yang sedang tumbuh. Jika Anda tergolong tipe tidak
menyukai resiko, bisa memilih instrument investasi yang berpenghasilan
tetap, seperti obligasi, atau yang dikelola oleh professional, seperti
reksadana
3. Pajak
Sebagai warganegara yang baik, maka Anda harus menunaikan kewajiban
membayar pajak. Dengan demikian Anda harus menghitung berapa kira-kira
keuntungan bersih Anda setelah dipotong pajak. Atau Anda bisa membeli
instrument investasi yang penghasilannya tidak dikenai pajak, seperti
reksadana.
4. Likuiditas atau Keamanan
Likuiditas atau kelancaran adalah tingkat kemudahan dalam mencari modal
(principal) investasi Anda. Bila Anda sewaktu-waktu membutuhkan uang
tunai dengan segera, apakah pilihan investasi Anda mudah atau sulit
dicairkan?
Bila Anda mementingkan likuiditas, sebaiknya memilih investasi saham.
Sebaliknya, jika Anda mementingkan keamanan, bisa memilih instrument
investasi obligsi atau saham preferen yang memberikan keistimewaan
pembagian dividen tetap
5. Situasi Ekonomi Internasional
Di era global saat ini, unsure ketrgantungan antar Negara amat besar.
Hampir tidak ada batas antar Negara, apalagi dengan kemajuan tekhnologi
dan informasi yang begitu dahsyat. Misalnya perubahan kebijakan ekonomi
suatu Negara dapat memberikan dampak positif ataupun negatif terhadap
Negara lainnya.
Informasi yang tersedia dari suatu surat kabar dan majalah perlu
dianalisis, kira-kira apa pengaruhnya terhadadap investasi Anda.
Misalnya, kondisi ekonomi internasional sedang lesu, ini akan berdampak
negatif terhadap ekspor dan impor. Karena itu hindarilah berinvestasi
pada saham perusahaan yang punya kaitan erat dengan perdagangan
internasional ini.
6. Situasi Ekonomi Nasional
Situasi ekonomi nasional mempunyai pengaruh yang besar terhadap bidang
usaha perusahaan yang efeknya Anda beli. Ikutilah dengan seksama
perubahan undang-undang, peraturan dan kebijakan pemerintah, karena hal
tersebut akan bermanfaat dalam menentukan strategi investasi Anda.
Sebagai contoh, dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)
pemerintah mengalokasikan dana yang besar pada sektor pariwisata,
belilah saham-saham perusahaan yang bergerak di bidang, biro
perjalanan, hotel, restoran dan lain-lain yang masih ada kaitannya
dengan pariwisata.
7. Situasi Industri
Situasi industri sangat berpengaruh terhadap investasi yang Anda
tanamkan. Apakah bidang industri tersebut sedang berkembang, sedang
mendekati titik jenuh atau mendapat tekanan sosial. Saham-saham rokok
misalnya, jelas selalu mendapat tekanan sosial dari masyarakat. Seiring
dengan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, makin hari
akan makin berkurang orang yang merokok. Jelas ini akan mempengaruhi
keuntungan emiten perusahaan rokok.
8. Sain dan Teknologi
Sain dan teknologi adalah fitrah utama manusia yang tidak pernah
berhenti berfikir untuk mencari dan menemukan sesuatu. Perhatikan saja
Personal Computer (PC) di meja Anda, yang akan menjadi kuno dalam kurun
waktu enam bulan, karena telah ditemukannya microchip yang baru.
Berikanlah minat dan perhatian pada perkembangan sain dan teknologi,
karena hal ini akan sangat bermanfaat bagi strategi dan perencanaan
investasi Anda. Emiten yang bergerak dalam bidang IT (Information
Technology), misalnya, menjanjikan penghasilan besar di masa depan,
jika inovasi-inovasi teknologi berhasil dikembangkan. Oleh karena itu
saham-saham perusahaan IT pantas dijadikan salah satu pilihan portfolio.
9. Siklus dan Tren
Ada suatu kepercayaan, bahwa setiap kegiatan usaha, bahkan juga segala
bentuk kehidupan manusia bekerja dalam siklus/daur. Setiap kejadian
pada masa lampau umumnya akan terulang kembali dalam skala yang berbeda.
Para ahli riset menyebutkan hal ini sebagai analisis teknis dan aur.
Tujuan analisis ini adalah untuk meramalkan atau membantu
memperlihatkan kecenderungan/tren masa depan.
Cermatilah tingkah laku efek yang Anda beli, niscaya akan ditemukan
saat harganya naik atau turun. Gunakanlah siklus itu untuk mengambil
keputusan investasi, misalnya, membeli saat siklus harga sedang turun,
dan menjual saat siklus harga sedang naik. Hasil dan Risiko Investasi Bagaimana hubungan hasil dan resiko?
Dua unsur yang melekat pada setiap investasi adalah hasil (return) dan
risiko (risk). Dua unsure ini selalu mempunyai hubungan searah, semakin
tinggi risiko investasi, semakin besar peluang yang diperoleh.
Sebaliknya, semakin kecil ridiko, semakin kecil pula peluang hasil yang
akan diperoleh.
Apakah ada investasi yang bebas risiko?
Pada dasarnya tidak ada satupun instrument investasi yang sepenuhnya
bebas dari risiko. Sebagai contoh, investasi bentuk tabungan dengan
bunga tetap, tetap mamiliki risiko minimal, yaitu menurunnya daya beli
tabungan tersebut akbat inflasi.
Demikian pula investasi dalam bentuk emas, memiliki ridikko kemungkinan
hilang, pencurian dan sebagainya. Namun demikian, sebagai pedoman dasar
tolak ukur investasi umumnya mengacu terhadap tingkat suku bunga
deposito berjangka, dimana tingkat suku bunga dari depositai dianggap
hasil minimum (minimum return) dari suatu investsi yang bebas risiko
(risk free rate).sumber:Cara Cepat Memulai Investasi Saham (Sawidji Widoatmodjo)
Tip: “ Jika terhadap pilihan investasi yang memiliki hasil yang sama,
maka harus dipilih yang risikonya paling rendah. Sebaliknya, jika
terhadap pilihan investasi yang memberikan risiko sama, pilihlah yang
memberikan hasil tertinggi” |